Kamis, 30 Oktober 2008
Ending Manis PILwilkota Makassar ….
Perjamuan itu telah usai, 29 oktober menjadi awal sejarah makassar memulai sebuah demokrasi sejati...rakyat memilih pimpinan yang disukainya.Incumbent menjadi pilihan masyarakat, apresiasinya adalah karena teruji dan berpengalaman, artinya bahwa pembangunan yang dirasakan 5 tahun belakangan ini dapat diterima oleh masyarakat dan sejauh ini sah-sah saja katanya. Makassar boleh jadi menjadi contoh kota yang sukses menyelenggarakan Pilkada di Republik ini ketika dikoran-koran kota mengungkap para kandidat bisa legowo dengan hasil yang ada, setidaknya kontestan dari jagron Ideal pasangan nomor urut 2 Cawali Idris Manggabari secara sportif menerima kekalahan dan berbalik siap menunjang program walikota terpilih (fajar 31 Okt 08).
Masyarakat sudut kota menanti janji-janji yang tidak sekedar buaian seorang ibu disiang hari untuk menidurkan anaknya, 70.000 warga miskin kota menanti akhir mimpinya dengan mata terbuka menatap masa depan yang lebih realistis.” Akses Layanan Gratis Lahir Sampai Mati ”
Bagaimana dengan akses masyarakat terhadap kesehatan ?
Kebijakan pemeliharaan kesehatan bagi penduduk miskin sudah lama diterapkan di Indonesia. Pelayanan gratis bagi penduduk yang membawa surat miskin dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), desa dan pembagian kartu sehat, adalah contoh kebijakan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dengan strategi “individual targeting”. Berbagai program Instruksi Presiden (Inpres), secara tidak langsung juga mempunyai aspek kebijakan membantu penduduk miskin, misalnya Inpres Obat dan Inpres Samijaga, merupakan contoh kebijakan dengan strategi “geographic targeting” Sebetulnya, kebijakan subsidi tarif pelayanan kesehatan pemerintah, juga merupakan program melayanani kesehatan penduduk miskin. Tarif Rp 500 – Rp 1.000
untuk rawat jalan Puskesmas dan Rp 2.000 – Rp 5.000 untuk rawat inap kelas III di Rumah Sakit Umum (RSU), membantu penduduk yang kemampuannya terbatas. Contoh lainnya program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS), yaitu pemberian suplemen gizi bagi anak sekolah yang berada di daerah miskin.
Sejak 1998 muncul kebijakan lebih sistematis dan berskala nasional untuk melayani kebutuhan kesehatan penduduk miskin, yakni program Jaringan Pengamanan Sosial Bidang Kesehatan (JPS-BK). Tahun 2003, pemerintah menyediakan biaya untuk rujukan ke rumah sakit (RS) bagi penduduk miskin. Dana ini berasal dari pemotongan subsidi bahan bakar minyak (BBM), yang disebut dana Penanggulangan Dampak Pemotongan Subsidi Energi (PDPSE), kemudian diubah namanya menjadi Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM). Dana PDPSE langsung diberikan kepada RSU. Baik JPSBK dan PDPSE adalah contoh “supply side approah” dalam memberikan subsidi bagi penduduk miskin. Di tahun 2008 muncul program yang terbaru lagi dari pemerintah yakni Jamkesmas (Jaminan kesehatan masyarakat) yang merupakan metamorfosa dari seluruh program-program pemerintah menyangkut nasib orang miskin di Indonesia.
Seluruh pendanaan program-program di atas bersumber dari pemerintah dan bersifat proyek, karena itu tidak ada jaminan kesinambungannya. Sumber dana dari pemerintah daerah belum dipadukan untuk program pengentasan kemiskinan umumnya dan pembiayaan kesehatan khususnya. Sementara itu, sulit bagi penduduk miskin jika tidak lagi mendapat jaminan seperti yang pernah diperolehnya. Dana masyarakat selama ini juga telah tersedia melalui berbagai lembaga keagamaan yang memiliki potensi cukup besar. Tanpa suatu program berkelanjutan, akan sulit mengangkat penduduk miskin dari lingkaran kemiskinan…
Semoga saja program pengentasan kemiskinan dan pembiayaan kesehatan khususnya di Kota makassar nanti tidak mengikuti kebijakan-kebijakan pendahulunya di Nusantara ini yang hanya sekedar ”launching ”setelah itu mati sebelum tumbuh dan berkembang. Akan tetapi program itu harus suistanable dan tidak bersifat ”Proyek”...
ingatlah 70.000 warga miskin kota kita DAENG !!!................
Rabu, 20 Agustus 2008
REFLEKSI 63 TAHUN KEMERDEKAAN.........Merdekakah kita dengan biaya dan pelayanan kesehatan ???
Kemerdekaan teraih pasti di 63 tahun lamanya,seperti air mengalir setiap tahun diperingati, rutinitas yang tidak membosankan karena Nasionalime yang telah mengakar akan kecintaan menjadi bangsa yang berdaulat.Tapi sudahkah kemerdekaan itu memenuhi semua hajat hidup kita ? karena makna merdeka sejatinya seperti itu…Medekakah kita dengan KESEHATAN ?
INDONESIA RAYA ini adalah salah satu negara dari sedikit negara-negara di dunia, yang belum memiliki sistem pembiayaan kesehatan yang mantap. Padahal kita telah merdeka lebih dari 63 tahun. Banyak negara yang lebih muda, yang merdeka setelah Indonesia, justru telah memiliki sistem pembiayaan kesehatan yang lebih mantap, yang menjadi “model” dan berlaku secara nasional. Dampaknya, jelas terkait dengan kemampuan menyediakan dana kesehatan bagi seluruh rakyat…Medekakah kita dengan KESEHATAN ?
Menurut survei PriceWaterhouse Coopers (1999), sebelum krisis ekonomi (1997), Indonesia membelanjakan 19,1 dollar AS per kapita per tahun untuk pemeliharaan kesehatan, atau sekitar 1,7 persen GDP. Bandingkan dengan Malaysia (97,3 dollar AS atau 2,4 persen GDP), Thailand (108,5 dollar AS atau 4,3 persen GDP), Singapura (667 dollar AS atau 3,5 persen GDP), Taiwan (623,8 dollar AS atau 4,8 persen GDP). Pada waktu itu, GDP per kapita Indonesia diperhitungkan sebesar 1.080 dollar AS...Merdekakah kita dengan KESEHATAN?
Laporan itu juga mengatakan, harapan untuk hidup (life expectancy) Indonesia adalah terendah dibanding negara-negara itu, yaitu 68 tahun. Ratio tempat tidur dibanding jumlah penduduk juga terendah, yaitu 0,6 per 1000. Penyebab kematian, di Indonesia ternyata justru penyakit-penyakit yang sebenarnya telah diketahui cara diagnosa dan terapinya, yaitu infeksi alat pernafasan (15,15 persen) dan TBC (11,5 persen). Sedangkan di negara-negara tetangga kita, penyebab kematian utama adalah kanker atau cardio vaskuler, yang merupakan penyakit-penyakit yang lebih sulit pengobatannya....Merdekakah kita dengan KESEHATAN ?
Cakupan kepesertaan penduduk Indonesia dalam program jaminan sosial sektor kesehatan (compulsory coverage, semacam asuransi kesehatan wajib/sosial) juga terendah, yaitu sekitar 15 persen. Bandingkan dengan Thailand, yang telah mencapai 56 persen dan Taiwan 96 persen. Rendahnya cakupan kepesertaan dalam program asuransi kesehatan, ternyata juga menyebabkan inefisiensi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan....Merdekakah kita dengan KESEHATAN ?
Meski Indonesia hanya membelanjakan sekitar 10 dollar AS per kapita per tahun untuk obat-obatan, sedangkan Taiwan membelanjakan sekitar 83 dollar AS per kapita per tahun, pemakaian obat generik di Indonesia hanya mencapai sekitar 10 persen, sedangkan di Taiwan, pemekaian obat generik mencapai sekitar 70 persen. Sebabnya, dengan kepesertaan sekitar 96 persen penduduk dalam program asuransi kesehatan (sosial) Taiwan dapat menyelenggarakan standardisasi pelayanan, termasuk obat, sehingga dana yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih efisien.Itulah sedikit gambaran, mengapa belanja kesehatan Indonesia adalah yang terendah. Dampaknya, ada keterbatasan membangun sarana kesehatan bagi rakyat dan sudah tentu berpengaruh pada status kesehatan rakyat. Meski status kesehatan tidak semata-mata ditentukan kemampuan dana, masalah mobilisasi dana untuk pembiayaan kesehatan (di Indonesia) semakin mendesak....merdekakah kita dengan KESEHATAN ?
Semoga tulisan ini memperoleh perhatian berbagai kalangan, khusus para decision makers di Republik ini dalam waktu sesingkat mungkin, mengingat kita sudah jauh tertinggal dengan negara lainnya di sektor pembiayaan kesehatan ini.
Salim (tetta_mangung).
Selasa, 08 Juli 2008
Diklat Pelatihan Pengembangan Sistem Open source Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur
Peserta diklat dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memang dibutuhkan. Pelatihan ini merupakan aplikasi berplatform Linux yang cukup menyediakan aplikasi Open Source dalam rangka mendukung gerakan pemakaian Software secara legal sebagaimana anjuran Pemerintah.
Adapun materi-materi yang disajikan dalam pelatihan selama 10 hari tersebut adalah sebagai berikut:
Strategi kebijakan Pengembangan TIK
Pengenalan Sistem Operasi Linux
Instalasi Linux
Pengenalan Perintah dasar Linux
Pengenalan Editor File
Dasar-dasar Administrasi Sistem Linux
Multimedia (Audio dan Video)
Office Writer, Calc gan Impress
Pengenalan Linux dalam Jaringan/LAN
Menjalankan Program Windows dan Linux
Peserta pelatihan ini sebanyak 25 orang dari instansi lingkup pemerintah provinsi Sulawesi selatan.
By. Salim(tetta_mangung)
Selasa, 17 Juni 2008
Sekilas Tentang Sejarah Munculnya Ahmadiyah
Dikutip dari Majalah Asy syariah-khazanah ilmu-ilmu islam===Syiar buat kita semua======
"Laknat Allah akan turun kepada siapa saja yang melindungi dan menjaga orang-orang yang membuat perkara baru dalam ajaran islam ini"
Sejarah Panjang Perjalanan ASKES di Indonesia
Selasa, 13 Mei 2008
Pembiayaan Sistem Informasi Kesehatan Era Desentralisasi
- Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan menyebutkan bahwa desentralisasi bidang kesehatan yang luas dan utuh terletak di Kabupaten dan Kota . Sistem informasi kesehatan yang merupakan bagian dari sebuah sistem yang harus dibangun dan dikembangkan dalam konteks Jones desentralisasi pembangunan bidang kesehatan di daerah.
Dasar Hukum Pengembangan SIKDA Kabupaten/Kota itu sendiri adalah sebagai berikut :
1. SK Mendagri No 130-67 Tahun 2002. - 2. Surat Sekjen Depkessos No OT.01.SJ.IV.1051
3. Kep.Menkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002
Kondisi riil dilapangan, mengapa penataan dan pengembangan Sistem informasi Kesehatan ini mutlak harus dilakukan study kasus di propinsi Sulawesi Selatan. Ketersediaan data di Puskesmas begitu besar, menumpuk, sering terjadi duplikasi sehingga menyebabkan penyajian data menjadi lambat,data antar program tidak sinkron serta diperparah dengan kemampuan petugas dan sarana di Puskesmas terbatas sehingga data yang duhasilkan kurang akurat.
Pemanfaatan TI dan Komunikasi pada Institusi Kesehatan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan diseluruh insitusi kesehatan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas,organisasi pelatihan kesehatan dan badan asuransi.
Issu Pembiayaan SIK ........
1. Alokasi dana untuk pengembangan SIK terbatas sementara kebutuhan terhadap sistem informasi kesehatan semakin tinggi.
2. Anggaran Dinas Kesehatan hanya dialokasikan untuk meningkatkan keterampilan petugas puskesmas sebagai pengelola data Kabupaten/Kota sedangkan penyediaan fasilitas penunjang seperti penyediaan perangkat keras dan perangkat lunak, pemasangan jaringan, pemeliharaan dan pengembangan sistem informasi tidak mendapat prioritas dalam pengalokasian dana.
Pembiayaan Sistem informasi di suatu Institusi terdapat 2 tema utama :
1. Akses
- mengarah kepada peningkatan akses terhadap informasi, komputasi dan komunikasi bagi seluruh jajaran institusi.
2.Siklus hidup pendanaan (life cycle punding).
Pembiayaan yang dapat diandalkan untuk secara financial mendukung inovasi yang berkesinambungan dari teknologi yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu.
Dari 2 tema utama tersebut dapat dijabarkan menjadi 8 rencana strategis pembiayaan dan pengembangan Sistem informasi pada sebuah institusi :
1. Membangung landasan infrastruktur IT yang solid dan merancang suatu perencanaan fiskal yang mantap untuk menjamin pemeliharaan infrastruktur agar senantiasa pada kondisi yang baik.
2. Sejumlah dana harus dianggarkan untuk mendukung siklus hidup peralatan dan menjaga agar pendukung teknis tetap pada tingkatan yang layak
3. Para personel harus diberi akses yang luas terhadap layanan komputasi dan jaringan.
4. Dorongan dan inisiatif harus selalu diberikan agar para personel terpacu untuk menggunakan aplikasi teknologi informasi secara kreatif.
5. Institusi harus menjadi yang terdepan dalam hal penggunaan IT.
6. Untuk mendukung aktivitas tertentu, institusi harus menyediakan dukungan yang lebih luas untuk kolaborasi dasar dan mulai mengimplementasikan teknologi yang lebih maju.
7. Sistem informasi institusional harus diproritaskan agar dapat bekerja dengan lancar dan dapat mengakomodasi jumlah pengguna yang selalu bertambah. Suatu program dan sistem penghantaran informasi yang seragam harus dikembangkan untuk menjamin penggunaan data yang terintegrasi
8. Rencana infrastruktur telekomunikasi dalam hal data, suara, dan video harus diakselerasi karena akan sangat mempengaruhi afektivitas waktu pemberian layanan.
Kebijakan dan prosedur harus dikembangkan untuk melindungi keamanan sumber daya dan data IT, menjaga privasi personal, dan menjamin agar hak atas kepemilikan tetap dihormati. Pada saat bersamaan kebebasan para personil, misalnya dalam hal akses terhadap teknologi harus tetap dijunjung tinggi sampai taraf tertentu.
Senin, 12 Mei 2008
Kerinduan akan hadirnya sosok pemimpin
Semoga rahmat dan anugrah Allah SWT senantiasa menyapa sendi kehidupan kita yang teraplikasi kepada semua pekerjaan yang kita lakukan dinilai pahala karena semua dimulai dengan menyebut Asma Allah "Bismillahir Rahmanir Rahiim".
Setiap kita berada di bulan maulid,kita sebulan penuh itu disuguhi oleh para muballig dengan kisah Nabi kita Rasulullah Muhammad SAW mulai dari kelahiran sampai kerasulan dan saat-saat kematian beliau,sarat dengan makna dan tauladan yang baik...jujur dari lubuk hati yang paling dalam, setiap kita mendengar cerita yang penuh hikmah itu..terbersik kerinduan yang amat dalam akan hadirnya sosok pemimpin ditengah kehidupan kita saat ini yang bisa kita jadikan contoh dan tauladani dalam segala aspek kehidupan kita.
Nabi Isa AS...seorang nabi dan Rasul yang bisa kita contoh kemiskinan dan kefakirannya yang menghiasi sepanjang hidupnya namun hal itu bukan halangan untuk menjadikannya Dekat kepada Allah SWT dengan intensitas ibadah yang luar biasa menjalangkan segala perintah dan menjauhi apa yang dilarang Allah SWT....tapi kita tidak bisa menauladani beliau bagaimana menjadi suami yang baik karena tidak pernah memiliki istri....kita tidak dapat menjadikan beliau sebagai bapak yang baik karena dia tidak pernah memiliki anak...kita tidak dapat menjadikan belaiu contoh pemimpin yang baik karena tidak pernah menjadi raja,presiden,gubernur atau Walikota...kita tidak dapat mencontoh beliau bagaimana menjadi panglima perang dengan strategi jitu menaklukkan musuhnya karena beliau tidak pernah mengangkat senjata dan melakukan pertempuran...
Nabillah Ibrahim AS...Nabi dan Rasul Allah..Bapak para nabi... bisa kita contoh bagaimana menjadi suami yang baik karena keadilannya dalam membina rumah tangga dengan dua org istri yang saleha ibunda sitti hajar dan ibunda sitti sarah....sosok bapak yang baik buat anak-anaknya mendidik ismail dan ishak sampai kemudian menjadi Nabi..tapi sekali lagi kita tidak dapat menjadikan beliau sebagai contoh menjadi pemimpin yang baik karena beliau tidak pernah duduk dalam kursi pemerintahan sebagai raja dan hirarki kepemimpinan lainnya...kita tidak dapat mencontoh beliau bagaimana menjadi panglima perang yang ahli dalam mengatur strategi perang karena semasa hidupnya beliau tidak pernah mengangkat senjata memimpin peperangan...
Akhirnya Allah menurunkan Nabi dan Rasulnya yang terakhir Muhammad Rasulullah SAW....mau mencontoi kemiskinannya....asap dapurnya terkadang tiga hari tidak mengepul...mau mencontoh bagaimana menjadi suami yang baik..9 istri beliau sepakat merekomendasikan rumahnya sebagai baitii Jannatiii....mau contoh bagaimana menjadi bapak yang baik...Fatimah dan saudara2nya menjadi tauladan bagi generasi wanita muslimah sepanjang masa yang diabadikan dalam Alqur'an dan hadits...mau menjadikan beliau sosok pemimpin yang baik...Madinah dibangun menjadi pengendali dunia dengan menaklukkan kerajaan romawi dan persia, tunduk patuh pada aturan dan nilai-nilai Islam...mau mencontoh beliau sebagai panglima perang...3 gigi depan beliau rontok kena panah diperang uhud..... inilah yang menjadi alasan Allah menuangkan Firmannya dalam al-qur'an yang artinya "bahwa didalam diri Rasulullah ada contoh yang baik dalam segala hal yang sangat universal"
Semoga....beberapa bulan ini beberapa kandidat yang menghiasi jalan-jalan kotaku..kota Daeng...Kota Anginmammiri ...kota makassarku yang tercinta.....lewat baliho2nya...
semoga saja siapapun nantinya yang memimpin kotaku ini ada yang bisa kita tauladani untuk kemudian menjadi anutan dalam kehidupan kita..mungkin bisa contoh ibadahnya yang selalu terbangun di sepertiga malam....puasa senin kamisnya....shalat jamaahnya di masjid 5 waktu...keluarganya istri dan anak-anaknya menutup aurat dan sholeh- sholeha...mungkin juga bisa kita contoh KEMISKINANNYA???? Wallahu a'lam
Lounching blog tettamangung
Semoga Rahmat dan Inayah Allah SWT mewarnai hari-hari kita,pada hari ini selasa 13 mei 2008 jam 11.05 blog ini saya buat untuk menjadikan ruang bagi saya buat menulis dengan berharap semoga ada makna kehidupan yang dapat kutuangkan disini......mengutip pesan sahabat nabi...tidak ada aib yang paling buruk yang pernah aku ketahui selain manusia yang bisa berbuat sesuatu yang lebih baik tapi enggan untuk melakukannya....
Tettamangung adalah nama panggilan saya sebagai anak asli salah satu suku yang ada dimakassar sulawesi selatan......
